Bahagiaitu Sederhana..Cukuplah kita gantungkan segala harapan kita hanya kpd ALLAH.. BISMILLAH Mari Taati Hukum Allah .☝️🕋☝️. Tidak ada suatu rezeki yang Allah berikan kepada seorang hamba yang lebih luas baginya daripada sabar." (HR. Al Hakim) Mari Taati Hukum Allah .☝️🕋☝️. #DMVyA: Aug-06,2022 07:13 banyaknya Jangan hanya satu atau dua cita - cita. Ada pesan gantungkan harapan kalian setinggi langit, dan kejarlah. Jika kalian tidak menggapai matahari, kalian akan tersangkut di pepohonan atau di atas gunung yang tinggi, atau bahkan mencapai bintang. Memiliki cita - cita adalah wajib bagi manusia, bagaimana seharusnya kita menentukan cita-cita? Jangantakut untuk meminta kepada Allah, jangankan tentang apa yang kamu inginkan, sesuatu yang sulit diungkapkannya pun Allah sudah mengetahuinya. Langsung ke konten. Beranda » Featured » Apapun Harapanmu Gantungkan Kepada Allah, Karena Allah Tidak Akan Pernah Mengecewakanmu. Featured . Doaagar kita dikurniakan kesihatan yang baik juga termasuk dalam permintaan harian kepada Allah SWT.\/p> Allah SWT menjelaskan Dia tidak akan sesekali menghampakan permohonan dan harapan setiap hamba-Nya. Selagi hamba-Nya itu mengakui hanya Dia yang selayaknya diimani, selagi itu pintu rahmat Allah terbuka luas untuknya. Penelitianini sesuai dengan pendapat Notoatmodjo (2003) yang mengatakan bahwa ibu yang memiliki pengetahuan kurang tentang pentingnya ASI cenderung memiliki perilaku RenunganKatolik Minggu 1 Mei 2022. Berikut ini Bacaan dan Renungan Harian Katolik Minggu 1 Mei 2022, Lengkap Bacaan Pertama, Mazmur Tanggapan, Bacaan Kedua, Bait Pengantar Injil serta Bacaan Injil.. Bacaan Pertama: Kis. 5:27b-32,40b-41. Setelah ditangkap oleh pengawal Bait Allah, para rasul dihadapkan ke Mahkamah Agama Yahudi. Menjadilebih baik di tahun baru ini adalah harapan semua orang. Semoga kita semua bisa menggapai rahmatNya. Selamat Tahun Baru Islam 2022. Semoga di tahun ini Allah SWT memberikan kita limpahan iman dan rejeki yang terbaik. Selamat Tahun Baru Hijriah 1 Muharram. Di tahun baru ini mari gantungkan harapan tertinggi hanya kepada Allah SWT. ️*Nasihat Pagi* *Selasa, 02 Agustus 2022/ 04 Muharram 1444 H* *TelagaSurga* *Kemudahan Hanya dari Allah* Dalam menapaki langkah HadirkanAllah dalam kehidupan kita, maka Allah yang akan melapangkan hati, melapangkan dada kita dalam menghadapi segala problematika. Sebenarnya yang perlu kita khawatirkan bukanlah problematikanya, akan tetapi hati kita yang sempit dalam menghadapi setiap problematika. Setelah memberikan kelapangan, Allah akan memberikan rasa cukup bagi kita. downloadlagu gantungkan harapan hanya ke allah ustadz hanan attaki lc Mp3, lirik dan album terbaru serta Video full. PlanetLagu. Download Lagu MP3, Video, Serta Lirik Terbaru. Toggle navigation. Lirik Lagu Barat; Lirik Lagu Indonesia; Ketikkan judul lagu dan video yang kamu cari dibawah lalu Tekan enter! GantungkanHidupmu hanya pada Allah. Bagikan: PASCA pemilihan umum (Pemilu) legislatif, banyak diberitakan perilaku orang-orang yang gagal masuk parlemen. Ada-ada saja perilakunya. Ada yang frustasi, stress, marah dan kecewa. Bahkan ada yang memungut kembali uang yang telah diberikan pada konstituen saat mengetahui dirinya tak lolos ke parlemen. Disini akan dirangkum ayat-ayat Alkitab tentang kekuatan : 1 Korintus 10:13. "Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar GantunglahHarapan Hanya Kepada Allah. 0 Hikmah Sufi March 19, 2016. A + A-Print Email. Syekh Abdul Qadir Al-Jailani menuturkan: "Jika engkau masih merasa takut dan berharap pada manusia, maka dia menjadi tuhanmu. Jika engkau masih menghadapkan hatimu pada harta dunia, maka engkau adalah budaknya, dan dia menjadi tuhanmu. Tak ada cinta yang GantunglahHarapan Hanya kepada ALLAH. by Admin-Desember 15, 2017. 0. GANTUNGLAH HARAPAN HANYA KEPADA ALLAH. Syekh Abdul Qadir Al-Jailani menuturkan : Tak ada cinta yang paling abadi, kecuali cinta seorang hamba kepada Allah. Seorang pencinta tak akan meninggalkan kekasihnya, baik saat suka maupun saat derita. Ketenanganjiwa menjadi harapan banyak orang di masa-masa sulit seperti ini. Di masa pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya berakhir, kesulitan dalam hidup dihadapi banyak orang. dengan hati yang tulus ikhlas fokus hanya mengharapkan ridha-Nya. bertaqwa kepada Allah, giat ikhlas beribadah, mendapat hidayah dan ridha-Nya. Aamiin Acqwj. Oleh ABDILLAHOLEH ABDILLAH Dalam menjalani kehidupan, sering kali kita dihadapkan dengan berbagai masalah. Kesusahan datang mendera, kesulitan tidak terelakan, kekecewaan timbul karena gagalnya harapan. Badai pandemi yang tak kunjung hilang dan ditambah dengan keadaan ekonomi yang tak membaik, saat seperti ini, Allah-lah labuhan perlindungan terbaik. Tempat bergantung saat kesulitan mengimpit. Jadikanlah Allah sebagai tempat meminta di kala kita kepayahan. Allah SWT berfirman "Katakanlah Muhammad, 'Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu'." QS al-Ikhlas 1-2. Menjadikan Allah sepenuhnya sebagai tempat bergantung adalah puncak tertinggi tauhid. Bagi Muslim, penyerahan semua urusan kehidupan kepada Allah adalah keharusan. Sebaliknya, menggantungkan segala persoalan kepada manusia adalah kesalahan. Jangan menjadikan manusia sebagai naungan dan tambatan harapan. Tak sepatutnya meminta pertolongan dan perlindungan kepada sesama manusia. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda “Apabila engkau shalat, maka shalatlah seolah-olah shalat perpisahan, dan jangan mengucapkan ucapan yang esok hari engkau akan menyesalinya dan jangan bergantung kepada manusia.” HR Ahmad dan Ibnu Majah. Dalam hadis di atas, Nabi mengisyaratkan untuk tidak bergantung kepada manusia. Menyandarkan diri kepada sesama banyak ruginya. Kalau kita bergantung kepada manusia karena jabatan, kekuasaannya akan berakhir. Kalau kita bergantung karena kekayaannya, kemungkinan hilang. Menggantungkan harapan kepada manusia akan berakhir dengan kekecewaan. Pun, demikian akan mendatangkan kehinaan dan kerendahan. Inilah inti dari kata mutiara yang pernah disampaikan Sayyidina Ali bin Abi Thalib “Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit adalah berharap kepada manusia.” Gantungkan harapan dan cita-cita sepenuhnya kepada Allah semata, sebagaimana lisan kita selalu memohon kepada Allah. Raihlah kehormatan dan kewibaan dengan hanya mengharap pertolongan-Nya. Tambatkan hati kita hanya kepada-Nya dan bukan kepada yang lainnya. Bertawakallah kepada Allah, maka Allah akan mencukupi kebutuhan kita di dunia dan akhirat. “Barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluan-nya.” QS ath-Thalaq 3. Menghadaplah kepada Allah saat susah dan gelisah. Berdoalah agar Allah mudahkan semua urusan dan kebutuhan kita. Nabi SAW bersabda “Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah. Dan, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah.” HR Ahmad. Sebagai Muslim, kita harus terus melibatkan Allah dalam semua hal. Kita membutuhkan pertolongan Allah yang Mahakaya. Sungguh, kita tak punya kuasa saat kesusahan menyapa. Allah-lah tempat yang tepat untuk kita meminta dan bernaung saat menderita. Allah berfirman “Wahai manusia! Kamulah yang memerlukan Allah; dan Allah Dialah Yang Mahakaya tidak memerlukan sesuatu, Maha Terpuji." QS Fathir 15. Wallahu a’lam. Jika kamu telah selesai melakukan suatu pekerjaan, maka lakukanlah pekerjaan lain dengan sungguh-sungguh. Dan hanya kepada Tuhanmu lah hendaknya kamu berharap. Asy-Syarh 7-8Tema pokok dari surat Asy-Syarh adalah penguatan kepada Rasulullah Saw agar tetap tegar dalam menjalankan misi dakwah Islam, meskipun tantangan yang dihadapinya sangatlah berat. Penguatan itu diberikan dengan mengingatkan betapa banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada beliau. “Bukankah telah Kami lapangkan dadamu, dan Kami ringankan beban yang memberatkan pundakmu, dan telah Kami tinggikan sebutan namamu…” Asy-Syarh 1-4. Kemudian Allah menegaskan salah satu kaidah atau hukum-Nya yang pasti, “Maka sesungguhnya bersama dengan kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan” Asy-Syarh 5-6. Baru kemudian diikuti dengan dua perintah,“Jika kamu telah selesai melakukan suatu pekerjaan, maka lakukanlah pekerjaan yang lain dengan sungguh-sungguh. Dan hanya kepada Tuhanmu lah hendaknya kamu berharap”.Perintah pertama, “Fa idza faraghta fanshab”. Ada yang mempersempit makna ayat ini dengan mengartikannya, “Jika kamu telah melakukan satu ibadah maka lakukanlah ibadah yang lain dengan sungguh-sungguh”, dengan diberi contoh “setelah selesai shalat, berdzikir dan berdoalah. Selesai berdzikir dan berdoa, bacalah Al-Qur`an”. Akan tetapi keumuman redaksi ayat ini harus dimaknai lebih luas, menyangkut semua aktivitas manusia, tidak terbatas pada ibadah mahdhah. Inti dari perintah pertama ini menurut hemat penulis adalah tuntunan kepada orang beriman agar “jangan biarkan waktu berlalu tanpa melakukan sesuatu yang berguna”. Dengan kata lain, melakukan pekerjaan yang melahirkan kebaikan-kebaikan, atau beramal saleh amilush-shalihat. Amal saleh juga jangan dipersempit artinya dengan ibadah mahdhah atau pekerjaan-pekerjaan “ukhrawi”, tapi mencakup semua pekerjaan, termasuk pekerjaan-pekerjaan “duniawi”.Dari kaidah “Fa idza faraghta fanshab” ini bisa diturunkan beberapa prinsip dalam praktik kehidupan, antara lain sebagai berikut. “Istirahat adalah ganti pekerjaan”. Seorang guru, sekadar contoh, setelah selesai mengajar di kelas, dia duduk di ruang guru mengoreksi pekerjaan siswa, setelah itu berbincang sejenak dengan rekan sesama guru atau membuka WhatsApp untuk bermedia sosial. Waktu yang tersisa digunakan untuk membuat persiapan mengajar, kemudian berjalan-jalan di sekitar gedung sekolah untuk meregangkan otot setelah duduk beberapa jam sambil menuju mushalla untuk melakukan shalat dhuha. Intinya, semua waktu digunakan untuk sesuatu yang berguna, tidak ada yang sia-sia. Bermedia sosial untuk tujuan memperoleh informasi dan silaturahmi juga pekerjaan yang berguna. Jalan-jalan untuk relaksasi juga pekerjaan yang berguna. Berbagai bentuk hiburan yang dibenarkan oleh syariat, seperti berolah raga, bermusik, berwisata, adalah juga bagian dari pekerjaan yang berguna, karena tujuan utamanya adalah re-kreasi, yaitu menghilangkan letih agar sesudah itu bisa menjalankan ibadah dan pekerjaan dalam keadaan segar dan berikutnya adalah “jangan menunda pekerjaan”. Pekerjaan yang bisa dilakukan hari ini, jangan ditunda sampai besok. Nanti, nanti, nanti; besok, besok, besok; hanya ada dalam kamus para pemalas. Jangan menunda pekerjaan sampai kehabisan waktu, kehilangan kesempatan, atau kedaluwarsa. Menunda-nunda pekerjaan menyebabkan menumpuknya pekerjaan dan terbengkalainya pekerjaan. Menunda-nunda shalat sampai detik-detik terakhir atau injury times adalah kebiasaan yang buruk. Menunda-nunda bayar utang, termasuk utang puasa, bisa berakibat hilangnya kesempatan karena Ramadhan berikutnya telah tiba, apalagi kalau menyangkut hak-hak adami, hutang akan dibawa sampai hari kiamat. Nabi shallallahu alaihi wasallam mengingatkan kita semua “Gunakanlah lima hal sebelum datangnya lima hal masa mudamu sebelum datang masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, longgarmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu”. Al-HakimPrinsip ketiga adalah “jangan pernah menganggur”. Yang dimaksud menganggur bukan tidak menjadi PNS, tidak kerja di perusahaan atau pabrik dan sejenisnya. Yang dimaksud menganggur adalah membiarkan waktu berlalu tanpa melakukan sesuatu yang berguna, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Ketika anda melakukan sesuatu meskipun tidak berbayar atau bergaji, tapi bermanfaat untuk diri sendiri dalam jangka pendek atau jangka panjang, bermanfaat bagi orang lain, banyak atau sedikit, maka anda tidaklah disebut penganggur. Jika anda tidak disibukkan oleh kegiatan yang berguna, maka anda pasti akan disibukkan oleh kegiatan yang berbahaya atau setidaknya tidak berguna. Di akhirat nanti setiap orang akan diminta pertanggungjawaban tentang untuk apa dihabiskannya perintah kedua “wa ila Rabbika farghab”, mengarahkan orang beriman agar menggantungkan harapannya hanya kepada Allah Swt. Hanya kepada Allah lah dia bersandar. Hanya kepada Allah lah dia berlindung. Karena hanya Allah lah tempat bersandar, penjamin harapan, pemberi perlindungan yang paling aman. Manusia akan tetap resah dan gelisah jika antara dirinya dengan Allah masih terhalang oleh tabir kebodohan dan ketidakpahaman terhadap Rabbnya. Siapa yang melupakan Allah, maka Allah akan membuat dia lupa kepada dirinya sendiri. Adakah manusia yang bisa mengelak atau bersembunyi dari Allah di hari perhitungan? Di hari itu, kepada siapa manusia minta perlindungan dari hukuman Allah? Tiada lain hanya kepada Allah Swt memberikan berbagai jaminan kepada hamba-Nya yang selalu mengingat-Nya, menyandarkan diri kepada-Nya, dan memohon perlindungan dari-Nya. “Ingatlah kepada-Ku, Aku akan mengingatmu” Al-Baqarah 152. “Jika kalian menolong agama Allah, Allah akan menolong kalian” Muhammad 7. “Berpeganglah pada Allah, Dialah Pelindungmu, sungguh Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong” Al-Haj 78. “Dia lah yang menurunkan ketenteraman ke dalam hati orang-orang agar iman mereka bertambah-tambah kuat” Al-Fath 4. Dan terdapat puluhan ayat lagi yang berisi jaminan Allah akan memberikan perlindungan, rasa aman, kecukupan hidup, dalam kehidupan dunia kepada orang-orang yang sungguh-sungguh berimanAdapun jaminan Allah kepada orang-orang beriman yang istiqamah dengan imannya, dalam kehidupan akhirat, antara lain keringanan dalam sakaratul maut, “Yaitu orang-orang yang diwafatkan dalam keadaaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan kepada mereka selamat atas kalian, masuklah kamu ke dalam sorga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan’” An-Nahl 32; janji sorga, “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Allah Tuhan kami, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan janganlah kalian merasa takut dan merasa sedih. Bergembiralah kalian dengan memperoleh sorga yang telah dijanjikan Allah kepada kalian.” As-Shaffat 30; wajah bahagia berseri-seri, “Wajah-wajah orang mukmin pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhan merekalah mereka melihat” Al-Qiyamah 22-23, “Banyak muka pada hari itu berseri-seri tertawa dan gembira ria” Abasa 38-39.Ringkas kata, untuk memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat, modalnya cukup dengan terus menerus bekerja untuk kebaikan dan menggantungkan harapan hanya kepada Allah semata. 15 Sabtu Okt 2016 Posted in Tak Berkategori ≈ Komentar Dinonaktifkan pada GANTUNGKANLAH HARAPANMU PADA ALLAH SWT … RENUNGAN MENYAMBUT MALAM MINGGU KITA CENDERUNG menggantung harapan pada manusia. Padahal berkali-kali kita dibuat kecewa karena apa yang kita dapatkan tidak seindah apa yang kita harapkan. Menggantungkan harapan pada manusia sama saja menanam benih-benih kecewa. Sebab manusia tiada kuasa melakukan apa-apa, kecuali Allah Swt memberikan inanah bantuan untuknya. Maka, mengapa kita harus berharap pada manusia sementara Allah itulah YANG MAHA KUASA. Mengapa kita harus menggantung asa pada makhluk lemah sama seperti kita sementara Allah, khalik yang maha perkasa. Manusia bukan tempat berharap. Apalagi harapan pada manusia membuat kita lupa pada Allah, Tuhan pemilik alam semesta. Tidak layak kita berharap pada manusia. Maka jangan salahkan siapa-siapa tatkala kita merasa hina atau dihanakan karena merengek-rengek pada manusia. Trauma berharap. Karena yang ada hanya kekecewaan dan penyesalan. Box PHP makin padat. Mangsanya makin banyak. Dunia alay makin ramai. Setiap orang punya harapan. tentu saja ketika harapan itu terjadi bahagia akan menghiasi diri. apakah harapanmu? apapun itu, takkan sama dengan orang lain. pertanyaan penting adalah kepada siapakah harapanmu? kepada siapa engkau gantungkan harapanmu? sekuat apa harapanmu engkau berikan? Sekali lagi, harapan akan berjalan beriringan dengan kenyataan. Itu artinya di balik harapan, mestinya bersedia tuk mengoleksi kata kecewa. Mengapa? Karena jika harapan tak sesuai dengan kenyataan maka kata-kata itulah yang akan menghiasi. Namun, akan berbeda keadaannya tergantung kepada siapa kita bergantung. Apakah kepada manusia? Apa kehebatan seorang manusia? sehebat mana ia mengatur hidupnya dan merencanakan masa depan? sekuat mana manusia mengatur titah taqdir? Selihai apa mengatur gradasi perasaannya? Tak banyak …. manusia boleh berencana, tetapi pada akhirnya rencananya akan sesuai dengan efek usahanya dan do’anya. Manusia bukan aktor utama penentu. Bagaimanapun seseorang menjaga perasaannya, toh perasaannya bukanlah terbuat dari ukiran baja yang takkan lapuk dimakan waktu. Sewaktu waktu bisa berubah, bisa berbalik dan bisa menentang. Selagi mata manusia menengadah keindahan, maka sampai batas itu, rayuan berubah akan selalu ada. sehebat apapun ia, manusia tetaplah manusia. ego dengan pilihannya. Berharaplah pada Allah … Gantungkan harapan pada-Nya. Karena Ia Maha Kuasa … Jangan berharap pada manusia … Jangan gantungkan harapan pada MANUSIA … Karena ia makhluk lemah yang tiada kuasa … Berharap pada manusia akan membuatmu kecewa … Berharap pada manusia akan membuatmu hina … Percayalah… Makanya.. jangan berharap pada manusia. Karena kosakata kecewa, marah, benci, bahkan dendam setiap saat akan menghantui. Meski kosakata bahagia, senyum, tawa tetap ada. Berharaplah pada Allah. Tak akan kau temui perbendaharaan kosakata yang akan menyakitimu. Jiwamu akan tenang. Tak ada bias disana. Tak ada gradasi kesenangan. Allah pemilik segalanya, Dialah maha kuasa atas segalanya, dan Dialah pembuat ketetapan atas taqdirmu. Maka selagi Ia tempatmu bergantung, maka yang akan kau temui adalah yang terbaik, Kembalilah padaNya. Gantungkan harapanmu hanya pada-Nya semata. Yakin senyummu akan selalu merekah. Harapan itu masih ada. Laa haula wa laa Quwaata illa billahil aliyil adhiem. TM ================= Banyak yang belum mengetahui bahwa ternyata harapan kepada sesuatu termasuk ibadah. Bagaimana bisa demikian ? dan dari sisi mana harapan ini masuk dalam jenis ibadah ? Mari kita lihat penjelasan ringkasnya. Ibadah Berharap “اَلرَّجَاءُ” Kalimat “اَلرَّجَاءُ” bermakna sangat menginginkan atau mengharap terwujudnya sesuatu yang dicintai. Roja atau harapan ini mengandung makna merendahkan diri dan tunduk. Sehingga roja tidak boleh dilakukan kecuali kepada Allah ta’ala. Berharap yang padanya ada ketundukkan dan merendahkan diri karena dia sangat berharap kepada selain Allah adalah perbuatan syirik. Walaupun pada temaptnya berharap tadi Allah telah jadikan sebab-sebab ia mendapatkan harapannya. Karena sebab-sebab terwujudnya harapan tidak akan mampu mewujudkan harapan pada dirinya sendiri, namun ia butuh sesuatu yang lain yang bisa membantunya. Dan segala yang menghalangi terwujudnya harapan tidak boleh ada atau hilang. Dan semua itu hilangnya semua penghalang terwujudnya harapan tidak akan terjadi kecuali dengan kehendak Allah” [Majmu’ al fatawa Ibnu Taimiyah 10/256] Apa yang disebutkan oleh Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah akan nampak jelas dengan contoh harapan yang disebutkan di dalam al Qur’an. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلا صَالِحًا وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا “Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabb nya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabb nya” [QS. Al Kahfi 110] Ayat ini menerangkan bahwa untuk mendapatkan sebuah harapan yaitu bertemu dengan Allah, maka seseorang harus menempuh sebab. Dan sebab seorang bertemu dengan Allah adalah ketika ia mampu masuk ke dalam syurga. Dan untuk masuk ke dalam syurga seseorang harus beramal shalih. Namun apa ini cukup ? Ternyata belum kawan. Kenapa ? karena masih ada penghalang masuk syurga yang harus kita singkirkan. Yaitu perbuatan syirik atau menduakan Allah subhanahu wata’ala. Orang yang menduakan Allah akan terhalang masuk ke dalam syurga. Allah ta’ala berfirman, إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka Allah akan mengharamkan surge baginya, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang dzalim seorang penolong pun” [QS. Al Maidah 72] Jadi orang ingin melihat Allah pada hari kiamat, maka dia harus beramal shalih dan meninggalkan kesyirikan yang merupakan penghalang seseorang masuk ke dalam syurga serta penghalang untuk melihat Allah subhanahu wata’ala. Dan ini berkaitan dengan kehendak Allah. Jika Allah menghendaki dan membantu kita, maka kita dimudahkan meraih apa yang kita harapkan. Namun jika tidak, maka harapan tinggal harapan. Sehigga ketika seseorang mengharap sesuatu dari orang lain, hendaklah ia hanya melihat orang lain itu sebagai sebab, dan dia menggatungkan harapannya hanya kepada Allah yang menentukan siapa yang berhak meraih harapannya dan siapa yang diharamkan dari mencapai harapan. Nggak Cukup Hanya Berharap Ayat ini juga mengisyaratkan kepada kita bagaimana sebuah harapan harus dikawal dengan adanya usaha. Yah…usaha untuk meraih harapan. Harapan ketemu Allah ddan ushanya adalah beramal shalih dan meninggalkan kesyirikan yang menghalangi harapan. Orang yang menyadarkan harapannya kepada selain Allah dan menyakini bahwa yang selain Allah akan mampu mewujudkan harapannya tanpa bantuan Allah, maka orang tersebut telah berbuat kesyirikan dalam ibadah roja atau berharap. Maka berharaplah hanya kepada Allah. Wallahu a’lam

gantungkan harapan hanya kepada allah