SaatAllah menginginkan sesuatu dari kita, harus menaati-Nya. "Inilah makna keimanan dan keislaman kita kepada Allah. Menunaikan perintah Allah, dan menjauhi larangan-Nya merupakan cara menunjukkan ketaatan kepada Allah. Misalnya, menunaikan shalat, berpuasan membayar zakat, dan menunaikan ibadah haji," sebutnya. Bentuklahinteraksi bersamanya dan biarkan kita bersosialisasi dan saling mengingatkan kebaikan dengan mereka untuk membantu kita tetap dalam keimanan kepada Allah SWT. Membaca Buku-Buku Islam Salah satu sumber keimanan adalah ilmu yang kita miliki. Adanya kebermanfaatan ilmu membuat iman dan taqwa kita semakin bertambah. 5Yesus mengatakan bahwa kita bisa mengenali orang-orang yang beribadah dengan cara yang benar kepada Allah. Caranya adalah dengan memeriksa kepercayaan dan perbuatan mereka. Dia berkata, "Kalian akan mengenali mereka dari buahnya.". Yesus menyamakan ibadah yang benar dengan pohon yang baik, lalu berkata, "Setiap pohon yang baik REPUBLIKACO.ID, JAKARTA -- Seorang mukmin hendaknya menunjukkan kecintaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan juga Rasul-Nya. Dan bagaimana cara menunjukkannya? Dikutip dari buku Ambillah Aqidahmu dari Alquran dan As-sunnah yang shahih yang difahami Shahabat Radhiyallahu Anhum, menunjukkan kecintaan yakni dengan mematuhi dan mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana firman Allah Ta'ala: Dimana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu Seorangmukmin hendaknya menunjukkan kecintaan kepada Allah SWT. Seorang mukmin hendaknya menunjukkan kecintaan kepada Allah SWT. REPUBLIKA.ID; REPUBLIKA TV; GERAI; IHRAM; REPJABAR; REPJOGJA; RETIZEN; BUKU REPUBLIKA; Sunday, 23 Ramadhan 1443 / 24 April 2022. Menu. HOME; RAMADHAN Kabar Ramadhan Dancara mengenal Allah SWT yang terakhir yaitu dengan mengenal nama-nama dan sifat Allah SWT tersebut di dalam Al-Quran dan sunnah yang shahih, dengan tanpa menyerupai makhluk. Allah berfirman: "Hanya milik Allah asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. REPUBLIKACO.ID, JAKARTA — Dalam beribadah kepada Allah SWT maupun menjalankan kehidupan, niat menjadi hal utama. Selain niat, keikhlasan juga diperlukan agar segala usaha yang di lakukan menjadi lebih baik. Keberadaan niat harus disertai pembebasan dari segala keburukan, nafsu, dan keduniaan; harus ikhlas karena Allah. Dalamkajian akhlak dan tasawwuf, ada tiga jalan yang dapat ditempuh agar bisa dekat kembali kepada Allah. 1. Taubat kepada Allah dengan arti mengakui dan menyesali semua perbuatan dosa yang telah dilakukan dan berjanji tidak akan melakukannya lagi. Sebagianulama yang berpendapat bahwa nazar merupakan salah satu bentuk ketaatan kepada Allah SWT, salah satunya karena mereka menggunakan dalil sebagai berikut, " (Yaitu) mata air (dalam surga) yang dari padanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya. Seorangmukmin hendaknya menunjukkan kecintaan kepada Allah SWT. Seorang mukmin hendaknya menunjukkan kecintaan kepada Allah SWT. REPUBLIKA.ID; REPUBLIKA TV; GERAI; IHRAM; Saturday, 19 Zulqaidah 1443 / 18 June 2022. Menu. HOME; IQRA Kajian Alquran; Doa; Hadist; Khutbah Jumat; NEWS Artikelkali ini juga mengupas mengenai Sebutkan Dua Sifat Yang Menunjukkan Ketaatan Malaikat Kepada Allah Swt, BAB 5 BERIMAN KEPADA RASUL ALLAH PETA KONSEP, Bagaimana Hukum Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW - Kendalmu dan juga Sebutkan Dua Sifat Yang Menunjukkan Ketaatan Malaikat Kepada Allah Swt, Hadits Tentang Akhlak Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. pnO0. JAKARTA — Dalam beribadah kepada Allah SWT maupun menjalankan kehidupan, niat menjadi hal utama. Selain niat, keikhlasan juga diperlukan agar segala usaha yang di lakukan menjadi lebih baik. Keberadaan niat harus disertai pembebasan dari segala keburukan, nafsu, dan keduniaan; harus ikhlas karena Allah. Dalam kitab Tazkiyatun Nafs yang dikutip Ustaz Ali Akhmadi, hal pertama yang dibahas adalah perihal ikhlas. Ikhlas artinya memurnikan tujuan ber-taqarrub kepada Allah SWT dari hal-hal yang mengotorinya. Arti lainnya menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan dalam segala bentuk ketaatan. Ikhlas adalah syarat diterimanya amal saleh yang dilaksanakan sesuai dengan sunah Rasulullah SAW. Dalam QS al-Bayyinah ayat 5, Allah SWT berfirman, "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan ke pada-Nya dalam menjalankan agama yang lurus, dan supaya mereka men dirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." Ustaz Ali Akhmadi menyebutkan, agama Islam merupakan agama yang bersih dari kesyirikan dan ria. Ikhlas menjadi kunci utama dalam menjalankan segala ibadah dan ketentuan yang diperintahkan oleh Allah SWT. Dalam hadis riwayat Abu Dawud dan an-Nasai dituliskan, "Sesungguhnya Allah Subha nahu Wata'ala tidak menerima suatu amal kecuali jika dikerjakan murni ka rena-Nya dan mengharapkan wajah-Nya." Keikhlasan juga disebut banyak dibahas dalam Alquran. Dalam QS al- An'am ayat 162, Nabi Muhammad SAW berkata, "Katakanlah sesungguhnya sha latku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah Rabb semesta alam." Ini menunjukkan keikhlasan dan kepasrahan yang dilakukan Rasulullah dalam menjalankan kehidupannya. "Seluruh kehidupan ini adalah ibadah. Kegiatan amal itu ada macam-macamnya, tapi jika dikelompokkan berda sarkan niat maka menjadi dua. Ada yang karena Allah dan Rasul dan ada yang ditambah dengan tujuan lainnya," ujar Ustaz Ali. Suatu kelompok amal juga diawali dari niat. Siapa pun yang perbuatan hijrahnya betul-betul semata-mata karena Allah SWT dan Rasulnya, maka semua ibadah itu diterima oleh Allah SWT. Seseorang itu juga akan menda patkan kenikmatan di dunia maupun akhirat. Namun, jika seseorang mela kukan sesuatu karena dunia, ia akan mendapatkan dunia tanpa mendapatkan akhirat. Dalam QS an-Nisa ayat 134 Allah SWT berfirman, "Barang siapa yang menghendaki pahala di dunia saja maka ia merugi karena di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah Maha Men dengar lagi Maha Melihat." Dalam QS as-Syura ayat 20 juga dituliskan, "Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan ba rang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagian pun di akhirat." Dalam surah lainnya, yakni QS Hud ayat 15, Allah SWT kembali menegaskan akan kenikmatan dunia dan akhirat dari munculnya niat dan keikhlasan. Dalam ayat tersebut Allah berfirman, "Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan." Ustaz Ali menyebut semua tentang niat dan keikhlasan serta nikmat yang diberikan oleh Allah kepada hamba-Nya telah dituliskan dengan gamblang dalam Alquran. Jika ada orang yang sibuk de ngan urusan kepada Allah SWT, dalam Al quran dijamin meski ia tidak meminta kenikmatan di dunia akan tetap diberi kan. Namun, bagi seorang hamba yang hanya berorientasi pada dunia, ia mendapatkan dunia tanpa mendapatkan akhirat. "Catatan rezeki yang diberikan Allah kepada hamba-Nya sudah diberikan 50 ribu tahun sebelum Allah menciptakan alam semesta," ujarnya. Ia pun menyebutkan, meski rezeki seseorang sudah dijamin, ikhtiar tetap diperlukan untuk menunjukkan kesungguhan dan ditujukan karena Allah SWT. Kata ikhlas memang gampang untuk diucapkan, tetapi susah untuk dilaksa nakan. Terkadang sudah merasa ikhlas, tapi beberapa menit kemudian bisa jadi ada masalah sehingga niat ikhlas tadi men jadi batal. Kalau ikhlas yang dira sakan karena Allah, tidak akan ada omong an di belakang. QS Fatir ayat 10 menegaskan tentang apa yang didapatkan seorang hamba adalah sama dengan apa yang ia ucap kan. Dalam ayat tersebut Allah SWT ber firman, "Barang siapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allahlah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras. Dan rencana jahat mereka akan hancur." Dari Abu Sa'id ra dalam HR Muslim disebutkan, Rasulullah bersabda, "Pada hari kiamat kelak setiap pengkhianat akan membawa bendera yang dikibar kan nya tinggi-tinggi sesuai dengan peng khianatannya. Ketahuilah, tak ada peng khianatan yang lebih besar daripada pengkhianatan seorang penguasa terhadap rakyatnya." "Ikhlas ini memang tidak mudah, apalagi untuk Allah SWT. Ciri-ciri orang yang ikhlas, dia tidak banyak bicara ketika melakukan suatu hal dan niat dari awal ditujukan kepada Allah. Sikapnya juga sama ketika mendapatkan pujian atau celaan," ujar Ustaz Ali. Assalamualaikum dan Selamat sejahtera, Syukur merupakan pengiktirafan terhadap kurniaan Tuhan dengan memujinya. Hakikatnya menzahirkan atas kesan nikmat pada lidah, hati dan anggota badan di mana lidah memuji, hati mengiktiraf dan anggota badan melakukan mengikut apa yang diredhai-Nya. Syukur pada istilah ialah seorang hamba menggunakan semua nikmat kurniaan Allah kepadanya untuk mentaati-Nya. Bersyukur adalah diperintahkan oleh Tuhan. Allah SWT berfirman وَاشْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّـهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ MaksudnyaBersyukurlah akan nikmat Allah, jika benar kamu hanya menyembah-Nya semata-mata. Surah al-Nahl 114 Dalam menjawab persoalan di atas, kami sebutkan seperti berikut Hendaklah memuji Allah SWT di atas segala nikmat yang telah dikurniakan. Ini sepertimana ungkapan Nabi Allah Sulaiman AS هَـٰذَا مِن فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ Maksudnya“Ini ialah dari limpah kurnia Tuhanku, untuk mengujiku adakah aku bersyukur atau aku tidak mengenangkan nikmat pemberian-Nya.” Surah al-Naml 40 Allah SWT berfirman dalam Surah al-Dhuha وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ MaksudnyaAdapun nikmat Tuhanmu, maka hendaklah engkau sebut-sebutkan dan zahirkan sebagai bersyukur kepadaNya. Imam al-Qurtubi dalam mentafsirkan ayat ini berkata “Sebarkanlah apa yang Allah SWt kurniakan kepada kamu dengan perasaan syukur dan pujian kepada Allah. Menyebut-nyebut pelbagai nikmat Allah dan mengiktiraf nikmat tersebut adalah satu bentuk kesyukuran.” Lihat al-Jami’ li Ahkam al-Quran , 20/102 Lakukanlah amalan-amalan sebagai satu bentuk dan tanda kesyukuran. Allah SWT berfirman اعْمَلُوا آلَ دَاوُودَ شُكْرًا Maksudnya“Beramallah kamu wahai keluarga Daud untuk bersyukur!” Surah Saba’ 13 Ibn Kathir berkata Iaitu, Kami katakan kepada mereka “Beramallah kamu sebagai tanda bersyukur atas segala nikmat yang diberikan kepada kamu dalam agama dan dunia. Perkataan ” شُكْرًا” adalah masdar yang bukan dari fi’il اعْمَلُوا atau ia adalah dalam bentuk maf’ul lahu مفعول له. Atas asas kedua-dua taqdir tersebut, menunjukkan bahawa syukur boleh dilakukan dengan perbuatan serta perkataan dan niat. Abu Abd al-Rahman al-Hubuli berkata “Solat adalah syukur, puasa adalah syukur dan setiap kebaikan yang dikerjakan kerana Allah SWT adalah syukur. Seafdhal-afhal syukur adalah pujian.” Beliau dan Ibnu Abi Hatim meriwayatkan bahawa Muhammad bin Ka’ab al-Qurazhi berkata “Syukur adalah takwa kepada Allah SWT dan beramal soleh.” Ini dikatakan bagi orang yang sedang berusaha melakukan perbuatan. Demikian juga keluarga Daud AS, mereka menunjukkan rasa syukur kepada Allah SWT dengan perkataan dan perbuatan. Lihat Tafsir al-Quran al-Azim, 6/500 Rasulullah SAW bersabda “Solat yang paling dicintai oleh Allah adalah solat Nabi Daud AS. Puasa yang paling dicintai oleh Allah ialah puasa Nabi Daud AS. Beliau tidur setengah malam, kemudian bangun solat sepertiga malam dan tidur lagi seperenam malam. Beliau berpuasa sehari dan tidak berpuasa sehari secara berselang seli. Riwayat al-Bukhari 1131 dan Muslim 1159 Bangun menunaikan solat malam Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan daripada Aisyah Nabi SAW berdiri solat malam sehingga pecah kedua kaki Baginda. Lalu beliau bertanya kepada Baginda SAW “Kenapa engkau lakukan ini, hai Rasulullah? Bukankah Allah SWT telah mengampunkan dosamu yang telah lalu dan akan datang? Lalu Baginda SAW menjawab Maksudnya“Wahai Aisyah! Tidakkah engkau menyukai aku menjadi hamba yang bersyukur.” Riwayat al-Bukhari 4837 Akhir kalam, marilah kita melazimi dengan berdoa sepertimana doa Nabi Allah Sulaiman AS رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ MaksudnyaWahai Tuhanku, ilhamkanlah daku supaya tetap bersyukur akan nikmatMu yang Engkau kurniakan kepadaku dan kepada ibu bapaku, dan supaya aku tetap mengerjakan amal soleh yang Engkau redai; dan masukkanlah daku – dengan limpah rahmatMu – dalam kumpulan hamba-hambaMu yang soleh”. Surah al-Naml 19 Semoga Allah SWT menjadikan kita daripada kalangan hamba-hamba-Nya yang bersyukur. Amin. Mufti wilayah Daftar isi1 Apa itu ketaatan kepada Allah?2 Bagaimana cara mewujudkan ketaatan kepada Allah dan Rasulnya?3 Apa bentuk taat kita kepada Allah SWT?4 Apa Hukum Mentaati Allah dan Rasulnya?5 Bagaimana cara menunjukkan ketaatan kita kepada guru?6 Apa maksud ketaatan kepada orang tua harus kita landasi ketaatan kepada Allah SWT?7 Apakah arti taat?8 Sikap taat itu seperti apa?9 Apa yang kalian ketahui tentang ketaatan?10 Bagaimana bentuk taat kepada Allah?11 Apa yang kamu ketahui tentang arti ikhlas?12 Bagaimana cara bersikap taat kepada Allah dan Rasulnya?13 Bagaimana cara agar kita taat kepada Allah? Makna Taat pada Allah SWT, Mengerjakan Perintah dan Menjauhi LaranganNya. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah Al Qur’an dan Rasul sunnahnya, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Bagaimana cara mewujudkan ketaatan kepada Allah dan Rasulnya? Berikut adalah beberapa contoh perilaku taat kepada Allah SWT Melaksanakan shalat 5 waktu. Melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Berbuat baik kepada kedua orang tua, mengasihi dan menyayangi mereka. Menunaikan zakat, bersedekah dan berinfak apabila mampu. Apa bentuk taat kita kepada Allah SWT? Bentuk ketaatan kepada Allah SWT terwujud dalam berbagai tingkatan, yakni 1 Taat mutlak’, yaitu tunduk patuhnya seluruh makhluq kepada-Nya, baik dalam keadaan rela ataupun terpaksa, terhadap segala ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah dalam sunnah-Nya yang biasa disebut sunnatullah QS 3/Ali Imran 83, dan … Apa yang dimaksud dengan taat kepada Allah dan Rasulnya? Makna taat kepada Allah SWT, Rasul-Nya dan juga Ulil Amri adalah melaksanakan semua perintah dan larangan Allah yang ada dalam Al-Quran juga perintah dan larangan Rasulullah SAW dalam hadis atau as-sunnah dan juga perintah dan larangan ulil amri sepanjang tidak bertentangan dengan syariat Quran dan As-Sunnah. Apakah perbedaan ketaatan kepada Allah dan Rasulnya dengan ketaatan kepada pemimpin? Jawaban Ketaatan Kepada Allah dan Rasul-Nya Bersifat Mutlak,ArtinyaKita Harus Taat Kepada Allah Dan Rasul dalam Segala Hal,Sedangkan Taat Kepada Ulil Amri Bersifat Relatif ArtinyaKita Cuma Taat Kepada Pemimpin dalam Hal Yang Diperintahkan Allah dan Tidak Bertantangan dengan Apa Yang Allah Lakukan. Apa Hukum Mentaati Allah dan Rasulnya? Allah berfirman; “Barang siapa yang taat kepada Rasul, maka sungguh dia telah taat kepada Allah.” QS. An-Nisa ayat 80. Taat kepada Allah, Taat kepada Rasul, seandainya ada sebuah perintah di dalam hadis Rasulullah SAW tidak disebutkan di dalam Alquran, maka tetap wajib untuk kita taati. Jawaban memperhatikan guru saat kegiatan belajar mengajar. menyapa guru dengan sopan. bicara yang sopan dengan tutur kata yang lembut dan halus. mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. mematuhi perkataan guru yang mempunyai nilai posotif. Apa maksud ketaatan kepada orang tua harus kita landasi ketaatan kepada Allah SWT? Ketaatan kepada orang tua harus dilandasi oleh ketaatan kepada Allah SWT karena bisa jadi orang tua kita meyuruh kita untuk berbuat menyimpang di jalan Allah SWT. Apa artinya dari taat? Taat memiliki arti tunduk kepada Allah Swt., pemerintah, dsb. tidak berlaku curang, dan atau setia. Ada 3 makna taat kepada Allah SWT, yaitu taat bermakna patuh, penurut dan tunduk. Taat Bermakna Patuh. Taat bermakna patuh adalah mematuhi perintah Allah SWT dan menjauhi larangannya. Apa itu ta at? JAKARTA — Kata taat merupakan serapan dari bahasa Arab yang berarti menemani’ atau mengikuti. Dalam perspektif keagamaan, hakikat taat ialah sikap dan tindakan yang tulus untuk mematuhi perintah Allah SWT dan Rasul-Nya. Kebalikan dari taat adalah maksiat. Apakah arti taat? JAKARTA — Kata taat merupakan serapan dari bahasa Arab yang berarti menemani’ atau mengikuti. Dalam perspektif keagamaan, hakikat taat ialah sikap dan tindakan yang tulus untuk mematuhi perintah Allah SWT dan Rasul-Nya. Itulah makna taat kepada Allah SWT beserta RasulNya, yakni dengan mengerjakan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya. Sikap taat itu seperti apa? Dalam perspektif keagamaan, hakikat taat ialah sikap dan tindakan yang tulus untuk mematuhi perintah Allah SWT dan Rasul-Nya. Kebalikan dari taat adalah maksiat. Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak ada keharusan menaati perintah jika ia bermaksiat kepada Allah. Apa yang kalian ketahui tentang ketaatan? Jawaban Taat itu sendiri memiliki arti secara bahasa artinya tunduk dan patuh sedangkan menurut istilah taat adalah tunduk dan patuh terhadap perintah Allah swt, Rasul-Nya dan ulil amri pemimpin. Bagaimana cara menunjukkan ketaatan kepada Allah? Apa yang menyebabkan manusia taat kepada Allah? Karena bumi dan alam semesta diciptakan dan milik Allah, jadi kalau mau tinggal dibumi Allah harus taat kepada perintah dan larangan Allah. Kalau tidak mau taat, silahkan untuk tinggal di bumi lainnya. 3. Sebelum manusia lahir ke bumi, ruh kita sudah hidup di akhirat. Bagaimana bentuk taat kepada Allah? Apa yang kamu ketahui tentang arti ikhlas? Ikhlas adalah suasana kewajiban yang mencerminkan motivasi bathin kearah beribadah kepada Allah dan kearah membersihkan hati dari kecenderungan untuk melakukan perbuatan yang tidak menuju kepada Allah. Bagaimana cara bersikap taat kepada Allah dan Rasulnya? Mengikuti sunnah Rasulullah. Menjauhi segala larangan Rasulullah. Bersholawat kepada Rasulullah….Contoh sikap taat kepada Allah adalah Tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun. Beribadah ikhlas kepada Allah. Menjauhi segala larangan Allah. Bagaimana cara menunjukkan ketaatan kepada Rasul? Contoh perilaku taat kepada rasul Allah Tidak mengingkari janji yg telah dibuat. Berperilaku jujur dalam segala hal. Membaca shalawat nabi. Berkata baik kepada semua orang. Mengapa kita harus taat kepada Rasul Allah? Alasan Manusia Harus Beriman Kepada Nabi dan Rasul Mereka adalah manusia-manusia pilihan Allah SWT. Nabi menerima wahyu dari Allah SWT untuk dirinya sendiri, sedangkan rasul menerima wahyu untuk disampaikan kepada umatnya. Iman kepada nabi dan rasul merupakan konsekuensi atau akibat langsung dari iman kepada Allah SWT. Bagaimana cara agar kita taat kepada Allah? Ada beberapa tips untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT antara lain Mendirikan Salat. Membaca AL-Quran. Selalu Menjadi Pribadi Yang Bersyukur. Ingat Kematian Dan Tidak Tergiur Dengan Dunia. Berzikir Dan Jalankan Ibadah Sunah. Sedekah Untuk Mendekatkan Diri kepada Allah Dan Mensucikan Diri. JAKARTA - Seorang mukmin hendaknya menunjukkan kecintaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan juga Rasul-Nya. Dan bagaimana cara menunjukkannya? Dikutip dari buku Ambillah Aqidahmu dari Alquran dan As-sunnah yang shahih yang difahami Shahabat Radhiyallahu Anhum, menunjukkan kecintaan yakni dengan mematuhi dan mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana firman Allah Ta'ala قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ "Katakanlah, "Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang," QS Ali Imran ayat 31. Dan Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda لا يؤ من أحدكم حتى أكون أحب إليه من والده وولده والناس أجمعين "Tidak sempurna iman salah seorang di antara kamu hingga aku lebih dicintai olehnya daripada ayahnya, anak-anaknya dan semua umat manusia," HR Bukhari dan Muslim. BACA JUGA Update Berita-Berita Politik Perspektif Klik di Sini

bagaimana cara menunjukkan ketaatan kepada allah swt